Parangtambung, Estetika– Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Syukur Saud menghimbau mahasiswa untuk tidak memasuki wilayah kampus FBS UNM Parangtambung untuk hari ini, Senin (27/5).

Intruksi tersebut disampaikan langsung oleh Syukur melalui Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS UNM, Fadil Abdillah mengingat tak kondusifnya kondisi kampus setelah penyerangan yang terjadi di kampus beberapa waktu belakangan ini.

Dalam pesan yang disampaikan melalui Whatsapp tersebut, Syukur Saud menghimbau untuk mengosongkan kampus demi keselamatan mahasiswa.

“Assalamu’alaikum, ketua. Sampaikan kepada masyarakat ta untuk tidak masuk ke kampus dulu hari ini. Intruksi dari Dekan FBS. Kali ini kita ikuti instruksi dari Dekan dulu. Himbauan tegas dari BEM. Sekian dan terima kasih,” jelasnya.

Dalam tangkapan layar pesan lain yang tersebar, Syukur Saud juga menegaskan bahwa kampus akan dijaga oleh pihak keamanan.

“Biarmi rusak, yang penting kalian tidak ada disitu. Sekali lagi instruksi saya tinggalkan itu sekretariat jangan ada lagi temanmu yang masuk, biar dijaga oleh sekuriti,” tegasnya.

Kampus FBS Diserang Dua Kali

Mengenai pesan dan tangkapan layar pesan Dekan FBS UNM yang disampaikan oleh Presiden BEM FBS, Fadil Abdillah, agar mahasiswa tidak memasuki wilayah kampus, reporter Estetika pun meminta kepastian hal tersebut.

Presiden BEM FBS UNM, Fadil Abdillah, membenarkan hal tersebut. Ia menerangkan hal tersebut dikarenakan kekhawatiran Dekan FBS atas keselamatan mahasiswa terhadap penyerangan kampus FBS selama dua hari berturut-turut.

“Karena dua hari berturut turut gedung fakultas diserang dan akhirnya Pak Dekan memutuskan untuk mengarahkan mahasiswa nya mengosongkan kampus, agar tidak menjadi korban dari penyerangan tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, kampus FBS UNM Parangtambung diserang oleh sekelompok orang pada Minggu (26/5) subuh dan Senin (27/5) dini hari. Sekelompok orang tersebut melempar bom molotov dan masuk menyerang menggunakan senjata tajam parang dan batu.

Hendra Gunadi, salah seorang mahasiswa yang ada di tempat pada waktu kejadian, meyakini bahwa pelaku penyerangan berasal dari Fakultas Teknik.

“Karena keluarnya dari gerbang fakultas teknik terus menyeberang lewat belakang DH setelah dia rusaki pagar besinya toh,” terangnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Presiden BEM FBS UNM, Fadil Abdillah.

“Iya, dek. Jelas,” katanya.

Kejadian yang terjadi pada Minggu (26/5) subuh tersebut baru dapat reda ketika pihak kepolisian datang.

Akibat kejadian tersebut, beberapa kaca ruang kelas gedung DH lantai satu pecah, beberapa motor yang terpakir di sekitaran kampus juga mengalami kerusakan di bagian saddle akibat sabetan parang, dan maskot toa depan gedung DG serta tenda kerucut depan DH rusak akibat sabetan parang dan sempat terbakar akibat lemparan bom molotov.

Beberapa motor mahasiswa yang rusak akibat penyerangan pada Minggu (26/5) lalu. Foto: Dok. Pribadi/Mahasiswa FBS.

Setelah penyerangan pertama pada Minggu (26/5) subuh, kampus FBS UNM kembali diserang pada pada Senin (27/5) dini hari. Hingga saat ini dilaporkan tak ada korban jiwa maupun luka akibat dua kejadian tersebut. Namun Dekan FBS UNM menghimbau agar mahasiswa mengosongkan kampus demi keselamatan.

Namun, Fadil mengungkapkan bahwa apabila mahasiswa mempunyai urusan kepada pihak Birokrasi, masih dapat ke kampus untuk mengurus namun tetap diminta untuk waspada.

“Untuk yang ada urusannya dengan birokrasi kampus tidak masalah katanya Pak Dekan, tapi harus tetap waspada,” pungkasnya.

Reporter: TIM ESTETIKA

Estetika Tim