Makassar, Estetika Menjelang petang, sekitar Pukul 17.25 Wita, Jum’at (16/3) yang lalu, peserta Musyawarah Fakultas (Mufak) III yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) bergerak meninggalkan kampus UNM Parangtambung menuju Lokasi Mufak, yakni di Takalar Beach Waterboom, Kabupaten Takalar. Mufak adalah forum tertinggi Lembaga Kemahasiswaan (LK) di FBS UNM yang dilaksanakan satu kali dalam satu periode kepengurusan.

Sebelumnya, Rabu (14/3), telah dilaksanakan pembukaan Mufak yang dihelat di Kampus UNM Prantambung, Makassar, sekitar pukul 20.45 Wita. Kegiatan ini bertujuan untuk melaporkan Laporan Pengawasan anggota Maperwa, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BEM, menetapkan Ketua Umum Maperwa dan Presiden BEM FBS UNM.

Baca juga: PD III RESMI BUKA MUFAK III LK FBS UNM

Andre Arisandy, selaku Steering Committee, menyayangkan euforia masyarakat FBS dalam mengikuti Mufak III ini mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan hanya ada beberapa perwakilan LK saja yang hadir disaat sidang dimulai.

“Mufak III ini yang paling kurang euphorianya dibandingkan dengan mufak I dan II yang dilaksanakan sebelumnya. Dan masih ada beberapa perwakilan LK yang belum ada saat ini,” tuturnya diawal sidang.

Sidang diskorsing sekitar pukul 01.00 Wita dini hari setelah membahas manual acara dan tata tertib. Meskipun cuaca yang kurang bersahabat, hal ini tidak menyurutkan keinginan masyarakat dan fungsinoaris LK untuk menghadiri Mufak.

Pukul 08.00 pagi, Skorsing sidang kembali dicabut dan dilanjutkan dengan pembacaan LPJ Pengurus BEM FBS UNM. Setelah pembacaan, masyarakat berkesempatan untuk menanggapii LPJ BEM tersebut.

Andre Arisandy, menanggapi kinerja BEM terkait pengawalan BEM dalam mengawal penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa FBS yang dianggap tidak sesuai.

Presiden BEM, Fatmiati Nur, menuturkan bahwa kurangnya kepekaan fungsionaris LK dalam memahami makna koordinasi menjadi salah satu alasan hal tersebut terjadi.

“Iya terkait pengawalan kasus penurunan UKT, kami sadari akan hal itu. Namun, yang menjadi masalah adalah mereka (baca; LK) mengatakan biar anak-anak (baca; mahasiswa) kami, kami yang urus. Ini terjadi karena masih kurangnya kepekaan kami dan fungsionaris LK dalam memahami arti garis koordinasi sebenarnya, kurangnya pemahaman kami dalam memaknai makna koordinasi,” jelasnya.

Suasana Mufak III LK FBS UNM di Takalar Beach Waterboom, Sabtu (17/3). Foto: Dok. Pribadi.

Setelah membahas beberapa agenda, Steering Committee menetapkan Erlan Saputra, sebagai Ketua Umum Maperwa dan Muhammad Youri Anugrah, sebagai Presiden BEM FBS UNM yang masing-masing terpilih melalui jalur aklamasi karena hanya terdapat satu calon.

Erlan Saputra, sebagai Ketua Umum Maperwa dan Muhammad Youri Anugrah, sebagai Presiden BEM FBS UNM, Minggu (18/3). Foto: Dok. Pribadi.

Ketua Umum Maperwa terpilih, Erlan Saputra, mengharapkan dapat menjalankan amanah dengan baik dan dapat bersinergi dengn Presiden BEM FBS UNM terpilih.

“Terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepada saya. Ini merupakan tanggung jawab yang berat dan semoga saya dapat menjalankan amanah dengan baik dan tetap selalu bersinergi dengan presiden BEM nantinya,” harap mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia ini.

Senada dengan Erlan, Muhammad Youri Anugrah, Presiden BEM terpilih, menuturkan akan mengemban amanah yang diberikan dengan baik.

“Sebelumnya terima kasih kepada HMPS Be Creative yang telah medelegasikan saya. Saat ini saya punya tanggung jawab dan amanah yang besar, saya harap saya dapat menjalankan amanah ini dengan baik bersama fungsionaris LK FBS UNM yang lain,” tuturnya.

Reporter: Nur Amalia Amir

Estetika Tim