Parangtambung, Estetika – Lima puluh peserta outdoor (LKMI) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menerima materi “Kerangka Berpikir Ilmiah” di Rumah Adat Takalar Somba Opu, Sabtu (9/11).

Materi “Kerangka Berpikir Ilmiah” sendiri dipaparkan oleh Supratman Yusbi Yusuf selaku pemateri. Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan outdoor LKMI Dema JBSI pada hari kedua outdoor.

Suasana berlangsungnya pemaparan materi “Kerangka Berpikir Ilmiah” di Benteng Somba Opu, Sabtu (9/11). Foto: Ridha Ilahi/estetikapers.

Ketua panitia LKMI, Amriadi Anwar, mengatakan bahwa perlunya berpikir sebelum bertindak merupakan tujuan pemberian materi “Kerangka Berpikir Ilmiah”.

“Agar mahasiswa bisa berpikir dahulu sebelum melakukan sesuatu, jadi mereka harus tahu dampak positif dan negatif terlebih dahulu, misalnya seperti kejadian aksi yang harus dipikirkan matang-matang,” katanya.

Pemateri, Supratman Yusbi Yusuf, memaparkan bahwa terdapat kedua aspek yang dibutuhkan di kampus yakni pengetahuan dan ilmu.

“Proses berpikir menghasilkan sebuah pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu dapat berubah menjadi sebuah ilmu, kedua hal tersebutlah yang dibutuhkan,” paparnya.

Reporter: Tim Estetika

editor estetika