Fri. Jul 31st, 2020

HIMAPRODI PBSI GELAR SEMINAR PARALEL

Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar menggelar Seminar Sidang Paralel, di Gedung Bahasa Arab, Gunung Sari, Sabtu (17/11) pukul 14.00 Wita.

Suasana salah satu kelas “Sidang Paralel” di Gedung Bahasa Arab. Sabtu (17/11) Foto: Rini Amriani/Estetikapers.

Sidang Paralel yang bertujuan sebagai wadah pertukaran pikiran seorang peneliti dengan akademisi ini menghadirkan 75 peserta yang terdiri dari guru, mahasiswa S2, dan dosen dari dua puluh kampus yang ada di Indonesia.

Salah seorang pembicara, Maria Marietta Bali Larasati, Peserta Sidang Paralel, yang memaparkan materi tentang “Adaptasi Cerita Rakyat Flores ke dalam Naskah Drama Sebagai Media Pembelajaran Kreatif” mengutip bahwa ada perbedaan keinginan belajar antara anak zaman sekarang dengan zaman dahulu.

“Tidak seperti zaman saya waktu kecil dulu, sekarang kita tidak bisa memaksakan anak-anak untuk mempelajari apa yang ia tidak sukai, untuk itu kita bisa mengadaptasi cerita rakyat yang disukai anak-anak dalam sebuah media pembelajaran agar semangat belajarnya terbakar,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sidang ini merupakan kaderisasi untuk generasi muda dalam melakukan penelitian.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena ini merupakan bagian dari kaderisasi yang akan memberikan kepercayaan kepada orang muda untuk mengurus hal yang besar seperti penelitian, terlebih kepanitiaan acara ini dari mahasiswa sendiri,” ungkap dosen asal NTT ini.

Di sisi lain, Febriana, Ketua Panitia Seminar Paralel, berharap dengan berakhirnya seminar ini dapat melahirkan generasi dengan tingkat literasi tinggi.

“Pasca sidang paralel ini, saya berharap, generasi muda khususnya yang berkecimpung di wilayah kebahasaan dan sastra bisa terus berkarya menggunakan segala ilmiah yang mereka dapatkan,” harapnya.

Reporter : Rini Amriani

Leave a Reply

Skip to toolbar