Fri. Oct 30th, 2020

HARI TANI NASIONAL, BEM FBS UNM GELAR AKSI BERSAMA FPR SULSEL

Makassar, Estetika – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam aliansi Front Pembela Rakyat (FPR) menggelar aksi kampanye “Peringatan Hari Tani Nasional” di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (24/9).

Suasana saat perwakilan BEM FBS UNM menyampaikan orasi di depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (24/9). Foto: AM 7/Estetikapers.

Dalam aksi ini, FBS UNM bergabung dengan beberapa aliansi lainnya, diantaranya, Front Mahasiswa Nasional (FMN) cabang Makassar, Aliansi Gerakan Reformasi Agraria (AGRA) Makassar, Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI) Makassar, Pemuda Baru (PEMBARU) Indonesia, BEM Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNM, BEM Fakultas Teknik (FT) UNM, BEM Fakultas Ekonomi (FE) UNM, BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM, dan Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Sejarah UNM.

Adapun isu tuntutannya, yakni:
(1) Satu hentikan segala bentuk perampasan dan Monopoli tanah; (2) Hentikan kriminalisasi terhadap rakyat; (3) Cabut Hak Guna Usaha (HGU) PT. London Sumatera (Lonsum) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Takalar; (4) Tolak omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta kerja; (5) Stabilkan harga komoditas pertanian; (6) Berikan subsidi sarana produksi pertanian; (7) Hentikan proyek Makassar New Port (MNP) dan cabut izin penambangan pasir laut di wilayah tangkap nelayan; (8) Tolak program reforma agraria dan perhutanan sosial (RAPS) palsu Jokowi; (9) Tolak ukt, cabut Undang-Undang (UU) No 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi atau UU Pendidikan Tinggi (Dikti); dan (10) Wujudkan reforma agraria sejati dan bangun industrialisasi nasional yang mandiri dan berdaya.

Presiden BEM FBS UNM, Sulkifli, mengatakan bahwa masyarakat dituntut untuk mengetahui isu yang diajukan.

“Bagaimana supaya masyarakat dapat mengetahui bahwa di Indonesia ini khususnya di Sulawesi Selatan itu sangat banyak isu-isu agraria termasuk perampasan tanah penyerobotan lahan dan pertambangan pasir di kodingareng,” tutur mahasiswa angkatan 2015 tersebut.

Senada dengan itu, salah seorang peserta aksi, Ilda isdayanti amir, berharap agar pemerintah dapat mendengarkan suara rakyat.

“Semoga apa yang di suarakan oleh mahasiswa atau yang sedang di perjuangkan tersampaikan dan pemerintah lebih memperhatikan rakyatnya,” harapnya.

Reporter: AM 6 & 7 Estetika

Leave a Reply

Skip to toolbar