Parangtambung, Estetika Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Diskusi Sastra di sekitaran Gedung DH, Kamis (22/3).

Kumpulan tanda tangan mahasiswa tertulis di atas sebuah spanduk dalam rangka menyambut Hari Puisi Dunia yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2018.

Suasana diskusi sastra di sekitaran Gedung DH, Selasa (21/3). Foto: Zulfitrah Ramadhan/estetikapers.

Diskusi Sastra ini menghadirkan tiga pembicara dari mahasiswa FBS yaitu Muhammad Arifin, Jusiman Dessirua, dan Wahyu Gandhi. Jusiman, salah satu pembicara, mengatakan pentingnya memperingati hari puisi dunia sebelum berbicara tentang puisi nasional.

“Puisi dunia menjadi semacam bangunan kebudayaan yang harus dibawa ke kampus yang notabenenya kampus ini berbicara tentang sastra. Karena tanpa berbicara tentang puisi dunia kita tidak mungkin berbicara tentang puisi Indonesia,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan penyebab kurangnya eksistensi Sastra Indonesia di mata dunia adalah kemalasan dalam mencari informasi.

“Yang menjadi masalah kita adalah kemalasan dalam mencari informasi. Saya sering sebut sebagai sleeping giant, seperti raksasa yang tertidur di dalam sebuah lingkup akademik yang notabenenya adalah sastra,” jelasnya.

Terakhir, Ia mengatakan, berdiskusi menggunakan teknologi dengan efektif juga membaca adalah satu -satunya cara untuk bangun dari keterpurukan FBS yang krisis lirerasi.

“Cara untuk bangun dari sleeping giant itu yah alarm. Alarm itu banyak hal, kita bisa berdiskusi dengan banyak orang, kita bisa gunakan teknologi lebih efektif, kita bisa membaca banyak buku,” tutupnya.

HMPS Sasindo Adakan Sayembara Harapan

Peringatan Hari Puisi Dunia pertama kali dirayakan pada tahun 2000. Hari Puisi Dunia ada sejak UNESCO mengadakan pertemuan ke-30 yang berlangsung di Paris pada bulan Oktober-November tahun 1999.

UNESCO didirikan pada tahun 1945 degan anggota yang mencapai hingga 191 negara yang bermarkas di Perancis. UNESCO adalah organisasi tingkat dunia yang bergerak di bidang pendidikan, kebudayaan serta mendukung adanya perdamaian dunia.

Dalam 20 tahun terakhir, ketertarikan pada puisi semakin meningkat dengan banyak kegiatan yang melibatkan puisi di negara -negara anggota serta bertambahnya jumlah penyair.

Untuk memperingati momentum Hari Puisi Sedunia, HMPS Sasindo FBS UNM mengadakan “Sayembara Harapan”. Sayembara ini terbuka untuk umum dan tiga ucapan terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HMPS Sasindo.

Ketua Umum HMPS Sasindo, Rostan Yuniardi, mengatakan, alasan diadakannya sayembara harapan ini di latarbelakangi oleh besarnya respon mahasiswa Sastra Indonesia untuk memperingati moment ini.

“Sayembara harapan ini dilatarbelakangi oleh momentum respon dari anak-anak sastra Indonesia terkhususnya HMPS Sasindo, respon terhadap momentum hari puisi dunia yang dilaksanakan pada hari ini,” ucapnya.

Melalui sayembara ini, Ia bertujuan untuk merangsang minat kepenulisan mahasiswa Sastra Indonesia, juga sebagai bentuk penyaluran aspirasi dalam bentuk sosial media serta mengapreasiasi mereka yang memberikan ucapan terbaik untuk momentum ini dengan memberikan hadiah menarik.

“Ini merupakan salah satu bentuk penyaluran aspirasi teman-teman bahwa kurangnya daya menulis di sastra Indonesia. Makanya kita kemas dalam media lain yang lebih menarik yaitu sosial media, kita respon kita rangsang minat kepenulisannya. Toh berawal dari caption atau snapgram,” jelasnya.

Terakhir, Ia mengatakan sayembara harapan ini untuk menunjukkan bahwa Sastra Indonesia peduli terhadap wacana seperti ini.

“Yang ketiga, yaitu untuk mengangkat nama sastra Indonesia itu sendiri, bahwa sastra Indonesia itu peduli atau peka terhadap wacana seperti ini,” tutup lelaki yang akrab disapa Ardi ini.

Berikut Cara Sayembara Harapan

Pamflet Sayembara Harapan. Foto: HMPS Sasindo

Membuat Snapgram (Story Instagram) yang berisi ucapan, harapan, atau ungkapan tentang hari puisi sedunia. Lalu menandai IG @hmpssasindo dan tambahkan hastag #HariPuisiSedunia #Sayembaraharapanhmpssasindo. Batas waktu Rabu, 21 Maret 2018 pukul 23.00 Wita.

Reporter: Suhartini Lestari

Estetika Tim