Thu. Jul 30th, 2020

GELAR DISKUSI LINGUISTIK, HIMAPRODI PBSI ANGKAT TEMA “BAHASA DAN SASTRA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0”

Gunung Sari, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Bahasa dan Sastra (PBSI) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) gelar Diskusi Linguistik (Diksi) di pelataran gedung Phinisi UNM, Kamis (27/9).

Menghadirkan 46 mahasiswa PBSI, kegiatan yang kali ini mengangkat tema “Bahasa dan Sastra di Era Revolusi Industri 4.0″ dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan bahasa dan sastra di era milenial saat ini.

Suasana Diskusi Linguistik di pelataran Phinisi UNM, Kamis (27/9). Foto : Lia Novela A./Estetikapers.

Sulkifri selaku pemateri dalam diskusi ini mengatakan bahwa perkembangan teknologi berdampak pada penggunaan bahasa.

“Penggunaan bahasa sudah kurang efektif karena perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat membuat waktu untuk berkomunikasi secara langsung berkurang. Dulu, untuk berkomunikasi orang harus saling bertemu, sedangkan sekarang teknologi seakan mengambil alih hal tersebut,” ungkapnya.

Sulkifri saat memberikan materi Diskusi Linguistik kepada mahasiswa PBSI, Kamis (27/9). Foto : Lia Novela A./Estetikapers.

Ade Yuliarti selaku pengurus berharap diskusi ini dapat mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa PBSI.

“Harapan saya semoga dengan diadakannya Diskusi Linguistik ini, mahasiswa PBSI bisa menjalin tali silahturahmi terlebih lagi kepada para Maba,” harapnya.

Reporter : Lia Novela & Fernanda Venturini

Leave a Reply

Skip to toolbar