Palopo, Estetika– Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menampilkan teater “La Tinro” pada Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XV di Gedung Serbaguna IAIN, Palopo, Selasa (29/10).

Teater yang berjudul La Tinro gaparan Rostan Yuniardi ini dipilih untuk ditampilkan sebagai simbol dalam penyampaian pesan yang menggambarkan generasi milenial yang tidak tahu ke mana arahnya, mempertahankan tradisi atau menerima modernitas.

Diperankan oleh empat aktor, yaitu Ardiansyah, Muh. Ilham Ismail, Adim Nur Majid dan Rostan Yuniardi, serta enam aktris, yaitu Refi, Sahriana, Mirna, Sulistiawati, Marwah Sari dan Annisa Nurul Ismi, Teater ini telah dipersiapkan selama dua bulan.

Tim produksi beserta pemain Teater La Tinro oleh Bestra FBS UNM. Foto: Dok. Pribadi Bestra

Sutradara sekaligus Aktor, Rostan Yuniardi, menjelaskan bahwa judul La Tinro ini diambil dari nama pemeran utama dalam cerita.

“La Tinro itu nama dari pemeran utama atau raja yang mencerminkan hati atau nurani yang telah tertidur,” jelas Mahasiswa yang akrab disapa Ardi ini.

Lebih lanjut, Ardi, mengatakan bahwa teater ini terinspirasi dari serial Upin dan Ipin.

“Terinspirasi ka dari serial Upin Ipin yg membuat cerita dalam cerita, makanya buatma sandiwara dalam sandiwara dengan setting kerajaan,” paparnya.

Di sisi lain, Aktor La Tinro, Ardiansyah, menuturkan, penonton menikmati pementasan karena alur cerita sulit ditebak.

“Penonton sangat mengapresiasi dan menikmati pementasan karena alur cerita yang susah di tebak. Tidak sedikit penonton terbawa suasana hingga menangis saat penampilan semalam,” ungkapnya.

Kepala suku Bestra, Sulfiani, berharap penampilan ini dapat membawa bestra pulang dengan juara.

“Semoga apa yang selama ini kita latihankan dapat menghibur para penggemar bestra dan penonton, membawa pulang juara dan membanggakan semua orang,” tuturnya.

Reporter: Darmiati Maliku & Ainun Nur Oktaviani

editor estetika