Wed. Sep 30th, 2020

FBS MENGGUGAT, LAKUKAN AKSI SIMBOLIS DENGAN TUTUP MULUT

Parangtambung, Estetika- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan Aksi tutup mulut sebagai rangkaian aksi “FBS Menggugat” di gerbang FBS UNM Parangtambung, Rabu pagi (13/8). Terlihat beberapa mahasiswa menutup mulut dengan lakban hitam pada saat memegang spanduk berisikan tuntutan aksi.

Mahasiswa FBS UNM lakukan aksi “FBS Menggugat” dengan tutup mulut sebagai bentuk penolakan terhadap birokrasi yang selalu bungkam, Rabu (13/9). Foto: Novira Aprianti/estetikapers

Dalam aksi ini, lima tuntutan yang telah disuarakan setahun belakangan ini kembali di layangkan. Kelima tuntutan itu diantaranya: (1) Menuntut pembenahan fasilitas penunjang akademik, (2) Menagih janji birokrasi mengenai pengadaan sekretariat LK, (3) Menolak surat edaran rektor mengenai larangan berkegiatan bagi mahasiswa baru, (4) Menuntut transparansi dana LK, dan (5) menuntut transparansi RKA-KL FBS UNM.

Mantan presiden BEM FBS UNM, Salman Azis memberi arahan kepada mahasiswa agar tidak takut dalam melakukan aksi ini.

“Jangan takut untuk menggugat, kita tidak melakukan hal yang salah. Kita menuntut perbaikan hal yang salah? Ini adalah hal ilmiah. Jangan takut! Kita tetap satukan barisan,” ungkapnya di tengah orasi.

BEM dan LK FBS UNM Menggelar aksi FBS Menggugat di gerbang FBS, Rabu (13/9). Foto: Novira Aprianti/estetikapers

Ditemui di sela aksi, Sekertaris BEM, Dwi Rezki Hardianto, menyatakan bahwa aksi ini merupakan aksi simbolis.

“Itukan sebenarnya simbolis. Simbol bahwa kita sedang terkungkung, istilahnya dibelenggu. Sehingga kita tidak bisa melakukan apa-apa, bicarapun kita dibelenggu,” katanya.

Baca juga: LK FBS UNM Galakkan Gerakan FBS Menggugat

“Makanya kita melakukan aksi itu supaya birokrasi melihat bahwa kita sedang dibungkam dengan kebijakan yang mereka keluarkan,” tegas lelaki berambut gonrong ini.

Baca juga: Tolak Larangan Berkegiatan, Begini Aksi Maba FBS UNM atau Dianggap Menggotori Kampus, Selebaran “FBS Menggugat” Dicabut

Aksi ini berakhir panas dengan tidak adanya titik terang dari mediasi yang dilakukan dengan pihak birokrasi. Pembantu Dekan III, Abdul Halim, menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut pada aksi yang kian memanas ini.

“Tadi kan sudah saya katakan semua di sana. Saya tidak tau bagaimana lagi ini, sudah sudah. Saya pusing juga. Saya harus ke sana dulu,” ungkapnya berlalu.

Usai menggelar aksi, BEM dan LK FBS UNM melanjutkan dengan konsolidasi. Hasil konsolidasi tersebut yakni BEM dan LK FBS UNM sepakat akan melanjutkan gerakan “FBS Menggugat Jilid II” serta menyebarkan informasi ke berbagai pihak media.

Reporter : Inayah Nauliah dan Tirta Ningtyas

Leave a Reply

Skip to toolbar