Sat. Sep 26th, 2020

DIMENSI PENA TAHAP AWAL HMPS SASINDO HADIRKAN ASLAN ABIDIN

Parangtambung, Estetika Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan diskusi Dimensi Pena di Panggung Daeng Pamatte FBS UNM, Parangtambung, Makassar, Senin (9/4).

Diskusi yang diikuti oleh 45 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia dan masyarakat FBS lainnya mengusung tema “Bahkan Setelah Ku Mati, Tulisanku Masih Bernyawa”.

Aslan Abidin, saat memaparkan materinya didampingi Ita Apriani selaku moderator pada Diskusi Pena, Senin (9/4). Foto: Arifah Rizki/Estetikapers.

Aslan Abidin, selaku penyair sekaligus dosen FBS UNM, turut hadir sebagai pemateri serta didampingi oleh Ita Apriani, selaku moderator.

Diskusi tentang puisi ini merupakan tahap awal dari serangkaian tahapan diskusi Dimensi Pena. Ada beberapa puisi yang dibahas, salah satunya puisi karya Sukmawati Soekarnoputri yang tengah viral itu.

Aslan Abidin, meluruskan pemikiran negatif kaum awam mengenai puisi yang sedang kontroversi dikalangan masyarakat tersebut.

“Contohnya kalimat puisi dari Sukmawati yaitu Aku tak mengerti syariat Islam. Aku yang dimaksud itu bukan Aku sebagai penulis tetapi Aku yang bersifat aku lirik,” jelasnya.

Selain itu, Rostan Yuniardi, selaku Ketua Umum HMPS Sasindo, berharap agar kegiatan kali ini dapat membuat mahasiswa tahu akan pentingnya membaca dan menulis.

“Harapan saya dalam kegiatan kali ini adalah semoga teman-teman paham bahwa ruang diskusi itu penting serta paham akan pentingnya membaca dan menulis,” harapnya.

Reporter: AM 3 ESTETIKA

Skip to toolbar