Sun. Sep 20th, 2020

DEKAN SIBUK, DIALOG DIADAKAN HARI KAMIS

Bagaimanakah tanggapan teman-teman (mahasiswa) terhadap rencana Lembaga Kemahasiswaan (LK) melalukan pemboikotan aktifitas perkuliahan di Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM)?

Makassar, Estetika – Rencana pemboikotan di atas disebar melalui salah satu media sosial Line@ buatan mahasiswa FBS yang dirilis pukul 10.59 Wita, Senin (30/10). Rencana pemboikotan itu disebar dalam bentuk tanda tangan petisi online dengan mengangkat judul “FBS UNM Melawan”. Petisi tersebut dibuat untuk menerima persetujuan mahasiswa atas rencana pemboikotan perkuliahan di FBS UNM jika dialog akademik dan kemahasiswaan tidak diselenggarakan Rabu ini (1/11). Dalam petisi tersebut nama LK disebut hingga lima belas kali. Rencana pemboikotan perkuliahan di kampus FBS UNM tersebut kabarnya dilakukan demi membela tuntutan yang diajukan pada aksi FBS Menggugat Jilid I,II, dan III beberapa waktu lalu. Tuntutan yang disinggung dalam petisi itu diantaranya: (1) pembenahan fasilitas penunjang akademik; (2) transparansi RKA-KL; (3) transparansi dana LK FBS UNM; dan (4) pembangunan sekretariat LK FBS UNM. Namun hingga berita ini diterbitkan, baru sepuluh orang yang menandatangani petisi itu: 6 mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris, 2 mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia, dan 2 orang tidak mencantumkan nama dan jurusan. Jika dialog tidak dilaksanakan Rabu ini (1/11), apakah pemboikotan perkuliahan akan berlangsung?

Baca juga: Demo FBS: Dekan Janjikan Dialog Akademik dan Kemahasiswaan

Petisi FBS Melawan, Tanggung Jawab Siapa?

Pada hari yang sama, belum genap 10 menit petisi online tersebut telah disebar ulang oleh salah satu media sosial resmi milik Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM. Reporter Estetika pun segera menemui Presiden BEM FBS UNM, Fatmiati Nur demi menerima klarifikasi mengenai penggagas petisi tersebut. Namun, dengan tegas ia menyangkal bahwa petisi itu tidak digagas oleh BEM FBS UNM.

“Ini petisi isinya propaganda, yang jelasnya ini bukan dari pihak BEM FBS. Media sosial yang resmi kami (baca: BEM) kelola itu ya Manifesto. Kalau bukan dari situ (baca: Manifesto), itu bukan dari kami. Saya juga tidak tahu siapa yang buat petisi ini. Cepat sekali yah tersebar. Ini baru saya mau rapatkan sama mentriku. Jadi tunggu ya,” ungkapnya sebelum melaksanakan rapat.

Rapat konsolidasi berlangsung hingga pukul 21.00 wita, namun reporter Estetika kesulitan menghubungi kembali presiden BEM FBS saat itu. Akhirnya reporter Estetika mencoba menghubungi Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) FBS UNM, Wahyu Gandhi. Namun ia langsung mengarahkan reporter Estetika menghubungi mantan presiden BEM FBS UNM, Salman Azis.

“Saya arahkan langsung ke pengagasnya saja. Silakan tanya-tanya langsung ke orangnya,” tulisnya sambil mengirimkan kontak Salman Azis, saat diwawancarai via Whatsapp.

Namun dalam wawancara melalui Whatsapp yang kami lakukan, Salman Azis pun juga mengaku tidak tahu-menahu mengenai dalang dibalik petisi online tersebut.

“Saya pribadi tidak saya tau yang buat ini petisi. Petisi itu juga saya dapat dan saya bagikan sesuai arahan penulisnya. Soal yang buat, saya tidak tau. Saya curiga ini kalau saya yang dikira buat petisi ini,” ungkapnya melalui pesan pribadi, Selasa malam (30/10).

Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun pihak yang mengambil tanggung jawab mengenai pembuatan petisi itu.

Janji Dialog Birokrasi

Pada aksi FBS Menggugat Jilid 3 yang digelar 25 Oktober lalu. Dekan FBS UNM, Syarifuddin Dollah memberikan janji akan melaksanakan dialog antara mahasiswa yang diwakili oleh masing-masing perwakilan LK.

Dekan FBS UNM, Syarifuddin Dollah saat menyampaikan maksud akan menggelar dialog akademik dan kemahasiswaan dengan mengundang masing-masing perwakilan LK, Rabu (25/10). Foto:estetikapers.

“Mungkin kita akan jadwalkan pertemuan. Namun karena Sabtu ini kampus kita di visitasi, saya mohon kebersamaanya seperti slogan kita. Ada beberapa hal yang perlu kita komunikasikan (baca: terkait tuntutan). Saya akan beri nama pertemuan itu dengan Dialog Akademik dan Kemahasiswaan yang nantinya dihadiri oleh masing-masing perwakilan LK,” ujarnya, Rabu (25/10)

Dekan Sibuk, Dialog Diadakan Hari Kamis Pukul 13.00 Wita

Hal ini juga disinggung dalam petisi online yang tersebar. Dalam petisi tersebut dijelaskan bahwa dialog dengan pihak birokrasi akan dilaksanakan Rabu ini (1/11). Reporter Estetika mencoba mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut kepada pihak birokrasi, Selasa siang (31/10). Namun sayangnya Dekan FBS tengah sibuk dan hanya memberikan konfirmasi melalui sekretarisnya.

“Mengenai dialog itu, saya tanyakan tadi ke Bapak katanya belum ada undangan ya, Dek. Besok (baca : Rabu) juga Bapak ada acara di Gedung Pinisi. Jadi tunggu dulu undangannya,” ujarnya kepada Reporter Estetika.

Kami pun mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FBS UNM, Abdul Halim. Namun sayangnya, ia sedang tidak ada di tempat waktu itu. Kami mencoba menghubungi melalui pesan singkat, namun juga tidak mendapatkan konfirmasi balasan. Selasa malam (31/10), kami memutuskan mengkonfirmasi mengenai dialog dengan pihak birokrasi tersebut kepada presiden BEM FBS UNM, Fatmiati Nur melalui panggilan suara. Ia membetulkan adanya rencana dialog dengan pihak birokrasi.

“Iya, akan ada dialog dengan birokrasi. Kami sudah dapat undangannya. Rencananya dialog ini dilaksanakan hari kamis (2/11) pukul 13.00 Wita,” ungkapnya saat dihubungi oleh reporter Estetika.

Reporter : Tirta Ningtyas dan Muh. Hasrun

Leave a Reply

Skip to toolbar