Thu. Sep 17th, 2020

CUCI ALMAMATER JADI SIMBOLIS AKSI MENUNTUT KKN BERBAYAR

Makassar, Estetika – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM) lakukan aksi menuntut Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbayar di Depan Menara Phinisi, Jalan A.P. Pettarani, Senin sore (5/2).

Aksi yang dilakukan oleh kurang lebih 300 mahasiswa dari setiap fakultas ini menolak penetapan Surat Keputusan (SK) Rektor UNM No:590/UN36/KU/2018 tentang Penetapan Biaya Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Reguler dan Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata PPL. Dalam aksi kali ini, mahasiswa melakukan aksi simbolis dengan mencuci almamater.

Baca juga: ALIANSI BEM UNM TOLAK KKN BERBAYAR

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Mudabbir menjelaskan bahwa aksi cuci almamater tersebut menjadi simbol gerakan mahasiswa dengan maksud untuk mengembalikan dan membersihkan fungsi-fungsi pendidikan yang dianggap ternodahi oleh kebijakan-kebijakan yang menguntungkan orang tertentu.

Aksi cuci almamater sebagai simbol gerakan mahasiswa di depan menara Pinisi. Senin (5/2). Foto: Yujin/estetikapers. 

“Cuci almamater ini menandakan bahwa gerakan hari ini, mahasiswa hari ini sadar untuk kembali mengembalikan fungsi-fungsi pendidikan, membersihkan pendidikan itu. Seperti itu sebenarnya simboliknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengharapkan Rektor UNM dan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristedikti) segera mengambil sikap terhadap tuntutan hari ini.

“Kami berharap betul, Rektor UNM dan Menristedikti dapat segera menyikapi gerakan dan tuntutan teman-teman hari ini dengan lebih bijak tanpa betul-betul melihat ini sebagai upaya untuk merusak citra institusi. Ini adalah adalah gerakan kesadaran bahwa institusi pendidikan harus betul-betul memihak kepada mahasiswa”, harapnya.

Apabila tuntutan ini tidak dikabulkan oleh Rektor UNM, maka LK UNM akan kembali menyuarakan aspirasinya pada tanggal 7 Februari 2018 dengan jumlah massa yang lebih besar.

Reporter: Muh. Hasrun

Leave a Reply

Skip to toolbar