Mon. Aug 3rd, 2020

BESTRA DAN HMPS SASINDO KOLABORASI GELAR BINCANG KARYA VIA ZOOM

Makassar, Estetika – Bengkel Sastra (Bestra) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) kolaborasi menggelar Bincang Karya via Zoom, Selasa (7/7).

Bincang karya yang membahas buku “Menunggu Rakyat Bunuh Diri” ini menghadirkan penulis buku sekaligus pembicara bincang karya, Aslan Abidin dan dua orang pembaca, Rostan Yuniardi dan Once Luliboli.

Pembicara bincang karya, Aslan Abidin, mengungkapkan bahwa nilai kehidupan ada yang positif dan negatif semua bisa berubah seiring perkembangan zaman.

“Nilai kehidupan ada yang positif dan negatif seiring berkembangnnya zaman, pada masa lalu menutup mulut saat bertemu orang lain dianggap hal yang negatif atau terkesan tidak sopan atau tidak menghargai orang lain, tapi sekarang menutup mulut menggunakan masker merupakan hal yang positif dan dianggap menghargai orang lain apabila kita berbicara dengan menutup mulut dengan masker,” jelasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya menulis sebagai bentuk perlawanan.

“Kita bisa menulisnya di tulisan apa saja, genre apa saja. Kita harus menginterupsi sesuatu bahwa itu tidak bagus. Harus ada perlawanan dan itulah pentingnnya menulis karena tulisan itu tinggal, tidak bisa hilang dalam bentuk apapun,” tambahnya.

Reporter: A. Dian Islamiati

Leave a Reply

Skip to toolbar