Thu. Aug 6th, 2020

BEM FBS UNM KEMBALI GELAR AKSI KAMPANYE “SULSEL TOLAK OMNIBUS LAW”

Makassar, Estetika – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang bergabung bersama Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan (FPR SULSEL) kembali menggelar seruan aksi kampanye “Sulsel Menolak Omnibus Law” di depan kampus UNM Parangtambung, Makassar, Minggu (12/7).

Seruan aksi ini merupakan aksi kampanye lanjutan dari aksi sebelumnya yang berlokasi di dua titik, yaitu flyover dan depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel pada Senin-Kamis (6-9/7).

Seruan aksi #sulseltolakomnibuslaw, Minggu (12/7). Foto: dokumen pribadi.

Menteri Sosial dan Politik BEM FBS UNM, Muhammad Fadel Racman, mengungkapkan tujuan aksi ini untuk mengampanyekan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law perlu ditolak.

“Tujuan aksi untuk mengampanyekan dan memberitahu ke masyarakat luas bahwa RUU omnibus law perlu untuk ditolak. Harus ditolak sebelum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) nanti tanggal enam belas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2015 ini menjelaskan salah satu gerakan kampanye adalah membagikan selebaran tentang alasan omnibus low perlu ditolak.

“Jadi, kita membagikan selebaran sebanyak seribu lembar yang berisi apa saja hal-hal yang membuat omnibus law harus ditolak. Harapannya kami di aliansi yaitu mahasiswa, pekerja, buruh, tani, dan masyarakat sama-sama turun berjuang ke jalan, ke DPR untuk menolak RUU cipta kerja ini,” jelasnya.

Reporter: Tim Estetika

Leave a Reply

Skip to toolbar