Mon. Sep 14th, 2020

BEDAH FILM : FILM ALIF LAM MIN DIANGGAP MENGANDUNG UNSUR PROPOGANDA

Makassar, Estetika – Panitia Semarak Perayaan Pekan Bahasa Arab (SYABAB) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ‘Arsy Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) merangkaikan Bazar dan Bedah Film “Alif Lam Mim” di Daun Coffee, Minggu (10/12).

Film yang berjudul “Alif Lam Mim” tersebut mengisahkan tentang proyeksi masa depan dan satu -satunya film indonesia yang bergenre futuristik, yakni sebuah tatanan sosial politik indonesia di tahun 2036.

Ahmad Akbar, selaku pembicara, mengungkapkan alasan dibalik cepatnya film ini diberhentikan dari bioskop.

“Film ini hanya bertahan dua bulan di bioskop. Rilis bulan Oktober dan sebelum Desember itu sudah berhenti tayang karena dianggap ternyata mengandung propaganda. Juga banyak orang yang sentimen terhadap film ini karena dianggap menyudutkan pihak-pihak tertentu,” ungkap mahasiswa semester sembilan ini.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan gambaran menurut sutradara film “Alif Lam Mim” ini.

“Dan ini juga suatu gambaran yang baik dan fungsionaris yang menggambarkan otoritariatan itu tidak akan lepas dari sebuah konsep sistem kepemimpinan karena memang itulah keniscayaan dari sistem dari sebuah kekuasaan,” tambahnya.

Reporter: Mutmainnah

Leave a Reply

Skip to toolbar