Home Blog

GELAR KAJIAN KORIDOR PERDANA, PUSDAMM BAHAS BERISLAM DENGAN AKAL

0

Parangtambung, Estetika – Pusat Studi dan Dakwah Mahasiswa Muslim (Pusdamm) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Kajian Koridor di Koridor Gedung DG FBS UNM, Selasa (25/2).

Suasana saat berjalannya Kajian Koridor di Gedung DG FBS UNM, Selasa (25/2). Foto: Naufal Fajrin JN

Terinspirasi oleh tempat pelaksanaannya, kegiatan yang diberi nama Kajian Koridor ini baru pertama kali diadakan oleh Pusdamm FBS dengan mengusung tema “Berislam dengan akal?”. Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Faisal sebagai pemateri diskusi.

Pemateri kajian, Muhammad Faisal Fathori, mengatakan bahwa akal memiliki fungsi penting dalam Islam.

“Akal merupakan istrumen tertinggi dalam Islam, apabila tidak ditempatkan pada tempatnya, maka akan melenceng pada fungsi yang semestinya,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dalil dalam islam merupakan hal yang perlu diyakini dengan sepenuh hati.

“Tidak semua dalil langsung dijustifikasi melalui akal karena terdapat ayat muhkamat dan mutasyabihat. Kalau ada dalil yang diluar akal, maka kita cukup yakini saja karena jika kita rasionalkan semua ayat atau dalil maka tidak akan elok,” katanya.

Pengurus Daerah (PD) Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi) Cabang Makassar ini juga mengatakan bahwa berdiskusi bersama ahli dapat memberikan pemahaman dalam memperoleh pengetahuan.

“Jika kita tidak mengetahui mengenai sesuatu, maka tanyakan kepada orang yang memiliki otoritas atau yang memiliki pemahaman tentang itu,” tambahnya.

Reporter: Naufal Fajrin JN

DEMA JBSI LAKSANAKAN KAJIAN DIKSI, PEMANTIK DISKUSI: SASTRA TIDAK KAKU

0

Parangtambung, Estetika – Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Kajian Diksi “Apakah Sastra Kaku Menghadapi Kaum Milenial?” di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) FBS UNM, Selasa (25/2).

Suasana berlangsungnya Kajian Diksi di Sekretariat HMJ, Selasa (25/2). Foto: Aisyah Aulia Tahir

Kajian yang bertujuan untuk mendiskusikan fenomena generasi milenial yang kurang tertarik dengan sastra dan diikuti oleh tujuh belas mahasiswa FBS UNM ini menghadirkan Supratman Yusbi Yusuf selaku Direktur Kolong Kata sekaligus senior sastra Indonesia FBS UNM sebagai pemateri.

Pemantik Kajian, Supratman Yusbi Yusuf, menjelaskan bahwa sastra digunakan dengan memperhatikan keadaan yang ada.

“Sastra itu tidak kaku. Apabila sastra dilihat seperti alat, maka yang salah adalah metode penggunaan alat tersebut yang kurang sesuai dengan keadaan yang dihadapinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa selain memiliki keindahan diksi, karya sastra juga harus memiliki makna.

“Ada tujuh elemen dari karya sastra. Jadi sebuah tulisan yang dianggap karya sastra bukan hanya memiliki permainan diksi, namun juga harus memiliki elemen karya sastra lain, seperti makna,” tuturnya.

Senada dengan itu, Presiden Dema JBSI, Amastasha, mengatakan bahwa bukan sastra yang kaku.

“Bukan sastranya yang kaku, tetapi generasi milenialnya yang kurang suka membaca tapi lebih suka menonton,” ungkapnya.

Reporter: Aisyah Aulia Tahir

UNM GELAR WISUDA PERIODE FEBRUARI 2020

0

Makassar, Estetika – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar wisuda periode Februari 2020 di pelataran Gedung Phinisi UNM, Jalan A.P Pettarani, Makassar, Selasa (25/2).

Suasana prosesi wisuda Februari 2020 di pelataran Gedung Pinisi, UNM, Makassar, Selasa (25/2). Foto: Nurul Jihad Hamka.

Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 wisudawan dan wisudawati yang terdiri dari program pasca sarjana, sarjana, dan diploma, yaitu;

  1. Program pasca sarjana sebanyak 165 orang di antaranya program doktor sebanyak 10 mahasiswa, program magister sebanyak 155 mahasiswa;
  2. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Strata 1 (S1) sebanyak 146 mahasiswa;
  3. Fakultas Teknik (FT) S1 sebanyak 125 mahasiswa;
  4. Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) sebanyak 115 mahasiswa di antaranya program S1 sebanyak 79 mahasiswa dan program Diploma 3 (D3) sebanyak 45 mahasiswa;
  5. Fakultas Seni dan Desain (FSD) sebanyak 69 mahasiswa;
  6. Fakultas Ilmu Keolaragaan (FIK) S1 sebanyak 65 mahasiswa;
  7. Fakultas Ilmu Sosial (FIS) S1 sebanyak 78 mahasiswa;
  8. Fakultas Psikologi (FPsi) S1 sebanyak 23 mahasiswa;
  9. Fakultas Ekonomi (FE) 147 orang di antaranya program S1 sebanyak 134 mahasiswa dan program D3 sebanyak 13 mahasiswa.

Rektor UNM, Husain Syam, memberikan imbauan kepada para wisudawan yang telah berhasil lulus agar tetap mengibarkan panji-panji UNM.

“Di mana pun anda melangkahkan kaki, dan di jalan manapun yang anda tempuh, tetaplah mengibarkan panji-panji UNM dan sampaikanlah kepada kami prestasi-prestasi terbaik kalian. Jangan pernah berhenti belajar,” imbaunya.

Lebih lanjut, ia juga berterima kasih kepada para orangtua yang telah mempercayai UNM sebagai tempat menimbah ilmu bagi anak-anak mereka.

“Terimakasih atas kepercayaan orang tua kepada UNM yang telah menitipkan anak-anaknya untuk kami bimbing, didik, dan memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk dimanfaatkan di masa depan,” tutupnya.

Reporter: Nurul Jihad Hamka

RIAK-RIAK MENUJU PEKAN SASTRA III, HMPS SASINDO ADAKAN SASTRA BERBAGI CERIA

0

Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sastra Berbagi Ceria di Panti Asuhan Al-Khaerat, Minggu (23/2).

Penyerahan sertifikat oleh HMPS Sasindo Dema JBSI FBS UNM kepada Pihak Panti Asuhan Al-Khaerat di Panti Asuhan Al-Khaerat, Minggu (23/2). Foto: Andi Reski Ramadhani.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (WD III) FBS UNM ini mengundang Dian Hezedila Sharon sebagai pendongeng dan dihadiri oleh Kepala Panti asuhan Al-Khaerat, Presiden Dema JBSI, serta 46 anak-anak panti asuhan.

Sastra Berbagi Ceria ini diisi dengan kegiatan mendongeng, pembagian sticky note pada anak panti asuhan untuk menuliskan impiannya, serta penyerahan sumbangan donasi pada pihak Panti Asuhan Al-Khaerat.

Ketua Panitia Pekan Sastra III, Muh. Muchtasim, menjelaskan bahwa acara sastra berbagi ceria tersebut adalah riak-riak menuju Pekan Sastra III.

“Acara sastra berbagi ceria ini merupakan salah satu item acara yang telah kami sepakati di rapat sebagai riak riak menuju Pekan Sastra yang akan diadakan di Auditorium Amanagappa, Selasa-Sabtu (17-21/3) mendatang,” jelasnya.

Di sisi lain, WD III, Sukardi Weda, dalam sambutannya berjanji akan memberikan beasiswa kepada Mahasiswa FBS UNM yang berasal dari Panti Asuhan Al-Khaerat.

”Saya berharap kita diberikan kesadaran semua sehingga bisa mengadakan acara seperti ini. Ini fungsinya luar biasa dan bisa dikembangkan agar masa depan mereka bisa lebih baik, apalagi dari panti ini sudah ada tiga yang lulus perguruan tinggi dan ternyata ada di Bahasa Inggris UNM dan nanti saya akan memberikan beasiswa kepada anak tersebut,” ungkapnya.

Reporter: Andi Reski Ramadhani.

SASTRA BERBAGI CERIA HMPS SASINDO, DONGENGKAN KISAH SI PUTRI RAJIN DAN SI PUTRI MALAS

0

Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan kegiatan mendongeng dalam Sastra Berbagi Ceria menuju Pekan Sastra III di Panti Asuhan Al-Khaerat, Minggu (23/2).

Dongeng yang dinarasikan oleh Dian Hezedila Sharon dengan judul “Si Putri Rajin dan Si Putri Pemalas” ini merupakan adaptasi dari buku Fairy Tail yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris di Amerika Utara oleh Del Rey Manga dan dirilis sejak tanggal 25 Maret 2008. Kemudian, saluran televisi asal Asia Tenggara, Animax Asia, menyiarkan versi bahasa Inggris dari anime ini selama tujuh musim sejak tahun 2010 hingga 2015. 

Pendongeng Sastra Berbagi Ceria, Dian Hezedila Sharon, menjelaskan bahwa ia mendongeng agar dapat menginspirasi anak-anak Panti Asuhan.

“Sebelumnya saya pernah mendongeng beberapa kali di gereja. Adik-adik ini ada yatim, ada yang piatu. Nah, sekarang kan saya dalam keadaan yatim. Saya bertujuan menyampaikan bahwa saya saja yang yatim bisa menggapai cita-citaku. Jadi, adik adik pun juga bisa seperti saya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa dongeng Si Putri Rajin dan Si Putri Malas mengisahkan seseorang yang baik akan mendapatkan kebahagiaan.

“Dongeng yang saya ceritakan berjudul Si Putri Rajin dan Si Putri Malas yang pernah saya dengar dari kaset tahun 2012. Dongeng tersebut mengisahkan Lala yang rajin dan Lulu yang malas. Lala yang rajin ini mendapatkan kebahagiaan karena kejujurannya, sedangkan Lulu terjerumus ke ruang gelap,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Panti Asuhan Al-Khaerat, Bambang, menuturkan bahwa pihak panti asuhan sangat berterima kasih kepada Mahasiswa HMPS Sasindo.

“Saya senang sekali, sangat berterima kasih kepada mahasiswa yang sempat berkunjung dan mendonasikan sesuatu berupa buku, bingkisan, dan lain-lain. Apalagi disini kita tidak punya donatur tetap,” tuturnya.

Reporter: Andi Reski Ramadhani.

SEMINAR MUSLIMAH EXPO 2020 ANGKAT TEMA WANITA DAN PERADABAN

0

Gunungsari, Estetika – Study Club (SC) Al-Huda Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Seminar Muslimah Expo 2020 di Auditorium Amanagappa, Sabtu (22/2).

Kegiatan yang bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) se-UNM ini mengangkat tema “Wanita dan Peradaban” dan mengusung judul “The Golden Stories of The Greatest Women” yang berarti menumbuhkan kesadaran para muslimah akan pentingnya membangun peradaban bangsa.

Selain itu, seminar hari ini turut menghadirkan dosen Fakultas Teknik (FT) UNM, Purnawanti dan Aktivis Dakwah dan Kemanusiaan Palestina, Muhyina Nur, serta St. Mutiah Nurul Ilmidarajatih dalam sharing session.

Ketua panitia, Rosniani, mengatakan bahwa tujuan dari seminar ini adalah sebagai ajang syiar Islam.

“Seminar ini diusung dengan 3 tujuan utama yaitu seminar muslimah ini dijadikan wadah eksplorasi seluruh potensi muslimah, ajang silaturahmi, dan sebagai syiar dakwah islam,” katanya.

Aktivis dakwah dan Kemanusiaan Palestina, Purnawanti, menjelaskan mengenai bagaimana perempuan dimuliakan setelah datangnya Islam.

“Setelah datangnya Islam, wanita diperlakukan sebaik-baiknya wanita dan mendapat kemuliaan dengan turunnya ayat yang memerintahkan wanita untuk menutup aurat mereka,” jelasnya.

Di lain sisi, pembicara sharing session, St. Mutiah Nurul Ilmidarajatih, memberikan pengalaman hijrahnya sebelum sampai berhijab seperti saat ini.

“Sebelum berjilbab panjang seperti ini dulu saya mendapat tantangan dari kedua orang tua saya yang berlangsung dua kali setelah mereka memberi restu kepada saya untuk mengenakan pakaian syar’i, sampai jilbab panjang yang saya gantung rapih di lemari mereka juga sembunyikan. Namun, saya tidak menyerah dengan semua itu tapi menambah semangat saya karena saya yakin Allah ada,” jelas wanita yang kerap dipanggil Mutiah tersebut.

Reporter: Windamayanti

JBSI ADAKAN KULIAH UMUM BAHAS KIAT KHUSUS PEROLEH BEASISWA LUAR DAN DALAM NEGERI

0

Parangtambung, Estetika – Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan kuliah umum dengan tema “Kiat Khusus Memperoleh Beasiswa Dalam dan Luar Negeri” di Ruang Senat Lt.2, Jumat (14/2).

Suasana berlangsungnya kuliah umum di Ruang Senat Lt.2, Jumat (14/2). Foto: Weldina Yusfa/Estetikapers.

Kegiatan yang dibuka oleh Syukur Saud selaku Dekan FBS UNM ini menghadirkan dua pembicara yakni Abdul Hakim sebagai penerima beasiswa Ford Foundation International Ohio University, USA dan Asri Ismail sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Republik Indonesia Universitas Negeri Malang.

Dekan FBS UNM, Syukur Saud, dalam sambutannya ia mengungkapkan bahwa kuliah umum ini sangat penting dalam mempersiapkan masa depan mahasiswa.

“Kuliah umum ini sangat penting karna menyangkut masa depan dan bagaimana kita mempersiapan diri mulai sekarang, karna tidak ada orang yg berhasil tanpa persiapan yg matang. Apa yang anda kerjakan hari ini adalah awal dari segalanya,” ungkapnya.

Di sisi lain, pembicara pertama, Abdul Hakim, menjelaskan lima hal yang harus dipersiapkan untuk meraih beasiswa.

“Pertama, perbanyak baca buku, majalah, dan update berita nasional dan dunia. Kedua, perdalam bahasa Inggris, seni, olahraga dan organisasi. Ketiga, berlatih menulis bebas atau tulisan populer, blog, buku, atau vlog. Keempat, luangkan waktu dua jam perhari untuk mencari info beasiswa, peluang beasiswa, dan cara daftar. Kelima, cintai dan tekuni setiap pekerjaan, tugas, usaha, dan hobi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pembicara kedua, Asri ismail, memaparkan bahwa hal yang harus diperhatikan pada tahapan pendaftaran beasiswa adalah tahap wawancara.

“Beasiswa LPDP dibuka dua kali dalam setahun dan yang perlu diperhatikan itu adalah wawancara. Jadi, latihan setiap hari, belajar yang keras agar dapat lulus pada tahap wawancara, karena apabila tahap wawancara gagal di tahap pertama, maka kalian tidak bisa mendaftar LPDP tahap kedua, tapi kalau gagal di administrasi masih bisa ikut di tahap kedua,” paparnya.

Reporter: Weldina Yusfa

ADAKAN KAJIAN ILMIAH, HMPS PBA ‘ARSY BAHAS OMNIBUS LAW

0

Parangtambung, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ‘Arsy Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kajian ilmiah di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) FBS UNM, Kamis (20/2).

Suasana saat pemberian materi “Omnibus Law untuk siapa” di Sekretariat HMJ FBS UNM, Kamis (20/2). Foto: Nurul jihad hamka/Estetikapers

Kajian yang mengangkat tema “Omnibus Law Untuk Siapa?” ini merupakan rekomendasi dari Divisi Penalaran dan Divisi Advokasi HMPS PBA ‘Arsy.

Pemateri kajian, Rizki Anggriana Arimbi, menjelaskan bahwa akan lebih baik jika Omnibus Law dirancang berdasarkan kepentingan rakyat.

“Dalam konteks Indonesia Omnibus Law masih terbilang baru di indonesia. Ketika Omnibus Law dibuat atau disusun berdasarkan kepentingan rakyat misalnya, bisa lebih bagus,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa mudahnya investor masuk ke Indonesia merupakan alasan munculnya penolakan Omnibus Law.

“Kenapa kita menolak konsep Omnibus Law karena memang pada prakteknya Omnibus Law dibuat itu untuk mempercepat memberikan karpet merah kemudian melapangkan jalan para investor atau investasi ke Indonesia,” terangnya.

Reporter: Nurul Jihad Hamka & Fitriani.

TOLAK OMNIBUS LAW, LK FBS GABUNG ALIANSI GERAM

0

Makassar, Estetika – Lembaga Kemahasiswaan (LK) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan aksi Tolak Omnibus Law di depan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jl. Bougenville No.5, Masale, Kec. Panakkukang, Kamis (20/2).

Presiden BEM UNM saat melakukan orasi di depan Kantor DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (20/2). Foto: Alfira Damayanti/Estetikapers.

Aksi Tolak Omnibus Law ini merupakan aksi gabungan LK FBS UNM bersama aliansi Gerakan Rakyat Menolak (Geram) dengan menuntut dua isu tuntutan yakni Menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law dan Ciptakan Masyarakat yang Demokratik. Selain FBS, empat fakultas UNM pun tergabung dalam aliansi ini yaitu Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Sebelumnya, sebanyak lima puluh massa aksi FBS berkumpul di kampus FBS Parangtambung pada pukul 11.30 Wita. Kemudian berangkat menuju titik selanjutnya yaitu kampus UNM sektor Gunungsari dan bergabung bersama aliansi Geram dan massa aksi.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Muhammad Aqsha BS, mengatakan bahwa Omnibus Law mempermudah investasi tanpa memperhatikan rakyat kecil.

“Omnibus Law ini mempermudah dan fokus pada percepatan investasi namun rakyatnya cedera,” katanya.

Senada dengan itu, Menteri Riset dan Kajian Strategis BEM FBS UNM, Rahmat Hidayat, mengungkapkan bahwa Omnibus Law mempermudah persoalan administrasi tanpa analisis yang baik.

“Omnibus Law hadir untuk mempermudah persoalan administrasi investasi tanpa ada analisis baik terhadap dampak lingkungan, analisis soal masalah perizinan, itu dipermudah semua bagi investor,” ungkapnya.

Lebih lanjut, demisioner Presiden Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris FBS UNM ini juga menuturkan bahwa pemilihan titik aksi ini dikarenakan Kantor DPMPTSP merupakan pusat masuknya investasi di Kota Makassar.

“Kenapa kita pilih DPMPTSP ini sebagai titik aksi karena di sini tempat masuknya investasi-investasi khususnya di daerah makassar,” tambahnya.

Reporter: Naufal Fajrin JN

JADWAL MATA KULIAH JBI BERBENTURAN, LASUNRA: TOLONG BICARAKAN SECARA INTERNAL

0

Parangtambung, Estetika – Sekretaris Jurusan (Sekjur) Jurusan Bahasa Inggris (JBI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) memperjelas adanya jadwal perkuliahan yang saling terbentur satu sama lain, Selasa (19/2).

Jadwal perkuliahan yang berbenturan ini menjadi permasalahan serius dan memberikan dampak kurang efisien bagi mahasiswa JBI. Misalnya tertundanya proses belajar mengajar, beberapa dosen tidak ingin pindah jadwal sehingga mahasiswa harus memilih mengikuti salah satunya, atau mahasiswa harus mengikut di kelas lain.

Sekjur JBI, La Sunra, menjelaskan bahwa jadwal perkuliahan telah diatur dengan maksimal.

“Solusi untuk masalah ini sebenarnya kami sudah antisipasi bagaimana supaya jadwal perkuliahan itu teratur maksimal dari senin sampai rabu karena kamis itu dan jumat kita manfaatkan untuk ujian proposal, hasil, tutup. Di sisi lain, misalnya ke depan kita akan adakan workshop atau rapat pembahasan RPS bisa kita pakai hari kamis siang atau jumat siang supaya perkuliahan tidak terganggu lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa permasalahan jadwal yang bertabrakan dapat diselesaikan secara internal.

“Kami juga sudah menyampaikan di Grup dosen bahwa kalau bapak/ibu menemukan jadwal yang bertepatan tolong dibicarakan secara internal, kalau bisa diselesaikan dengan internal tanpa mengganggu jadwal itu lebih bagus,” tuturnya.

Di sisi lain, salah seorang Mahasiswa JBI FBS UNM, Fitri Okladis Dwi Saputri, mengungkapkan bahwa jadwal mata kuliah yang bertabrakan adalah hal merepotkan bagi mahasiswa.

“Jadwal kuliah bertabrakan ini cukup menyulitkan dan merepotkan bagi mahasiswa seperti kami yang mengambil mata kuliah pilihan dan bertabrakan dengan mata kuliah wajib. Hal itu dikarenakan kedua dosen terkait tidak bisa memindahkan jadwal mata kuliah karena sudah punya jadwal lain,” ungkapnya.

Reporter : A. Dian Islamiati